CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 29 Desember 2009

Prospek Perekonomian Indonesia 2010 Akan Baik

Minggu, 28 Juni 2009 | 19:17 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com-Direktur Centre for Information and Development Studies ( Cides), Umar Juoro memperkirakan, prospek perekonomian Indonesia 2010 dapat baik jika perekonomian dunia mulai pulih.

"Jika perekonomian dunia pulih, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali ke tingkatan sekitar 6 persen," katanya di Jakarta, Minggu (28/6).

Umar mengatakan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pastinya mendorong kegiatan ekspor dan tentunya impor akan positif lagi, berdampak juga bagi invetasi dalam maupun luar negeri. "Apalagi, jika program pembangunan infrastruktur, baik dalam skema kebijakaan stimulasi perekonomian maupun sebagai program berkelanjutan dapat mengalami perkembangan yang berarti," ujarnya.

Umar menilai tantangan perkembangan perekonomian Indonesia ke depan selain permasalahan pembangunan infrastruktur adalah menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi. Orientasinya pada sektor yang lebih mendorong pertumbuhan berkesinambungan dan menciptakan kesempatan kerja cenderung relatif besar, terutama pada sektor industri manufaktur.

Permasalahan pembangunan infrastruktur, menurut dia, bukanlah dalam hal pembiayaan, tetapi lebih berkaitan dengan persoalan struktural seperti pembebasan tanah, tarif dan kepastian hukum lainnya. "Tentu permasalahan struktural tersebut tidak dapat dipecahkan dengan segera, namun paling tidak perbaikan yang bertahap akan mendorong perkembangan perekonomian lebih baik," kata Umar.

Disinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat krisis global, dia menjelaskan, hingga triwulan I - 2009 mencapai 4,4 persen, terutama didukung oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,8 persen dan pengeluaran pemerintah. Begitu pula sekalipun ekspor mengalami pertumbuhan negatif lebih dari 20 persen, namun neraca perdagangan dan neraca berjalan masih positif karena pertumbuhan impor negatif lebih besar dari ekspor.

Strategisnya belakangan ini nilai rupiah dan indeks pasar modal juga mengalami penguatan signifikan karena prospek perekonomian Indonesia yang dilihat baik sehingga para investor mulai mengalirkan dananya ke pasar yang diperkirakan memberikan hasil tinggi, terutama di pasar yang sedang berkembang pasar komoditas.

"Penguatan nilai rupiah dan indeks pasar modal diperkirakan masih akan terus berlangsung, sekalipun pada saat tertentu terjadi koreksi. Jadi tidak berlebihan perkirakan nilai rupiah akan menembus kisaran angka Rp 9.500 per dollar AS dan indeks pasar modal mencapai 2.300," kata Umar Juoro.


ONO

Selasa, 20 Oktober 2009

Era Bru bngsa nie........ di bawah kepemimpinan SBY jild 2
Ayo Indonesiaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....

Rabu, 09 September 2009

Karena Beda Jadi Petaka

Negara kita merupakan negara yang besar dan yang sangat luas daerahnya. Di negeri ini terdapat banyak sekali sumber daya - sumber daya yang melimpah ruah dari ujung barat yaitu Sabang sampai ujung timur, Merauke. Salah satu sumber daya itu adalah Sumber daya manusia. Indonesia ini memiliki banyak sekali penduduk hampir kurang lebih 300 juta. Dari sekian banyak penduduk yang mendiami wilayah yang cukup luas dengan kekayaan alam yang tumpah ruah di seluruh pelosok negeri ini, terdapat berbagai keanekaragaman suku bangsa yang tak terhingga jumlahnya. Bila dihitung suku bangsa yang ada di negeri pertiwi ini terdapat kurang lebih 350 suku bangsa dengan berbagai keanekaragaman jenis. Oleh karena itu negara ini disebut Negara Multikultur.
Oleh karena terdapat banyaknya berbagai macam keanekaragaman ini, kita menjadi bangga karena kita memiliki kekayaan hasil dari keanekaragaman tersebut. Tetapi dari keanekaragaman tersebut pasti terdapat perbedaan - perbedaan yang sangat mendasar. Lalu munculah ide untuk menyatukan dengan salah satu prinsip negara ii yaitu Bhineka Tunggal Ika. Tulisan ini diambil dari salah satu kalimat dari kitab Negarakertagama, arti dari kalimat yang terdapat di lambang negara kita yaitu Garuda ini yaitu berbeda - beda tapi tetap satu. Maksudnya, meskipun kita memiliki beranekaragam ras, agama, suku bangsa, dan bahasa kita tetap satu kedalam satu tujuaan yaitu mencapai Indonesia yang damai bangsa yang maju dan disegani
Contoh yang pernah terjadi dan dialami oleh Indonesia tentang persatuan ini adalah pada saat bangsa kita masih dibelenggu oleh penjajahan. Bangsa kita yang pada saat itu merupakan bangsa yang cukup disegani karena pada saat itu kita memiliki kerajaan yang besar yaitu Majapahit dan Sriwijaya. Kerajaan ini sangat terkenal sampai ke mancanegara karena kehebatan kerajaan ini di berbagai bidang dan masih banyak contoh kerajaan - kerajaan lain yang menghiasi negara ini yang menimbulkan sosok bangsa ini sebagai negara hebat. Namun pada saat itu kita tidak mempunyai rasa kebersamaan untuk mencapai persatuan dari mereka untuk membuat bangsa yang besar. Dan datanglah Belanda, mereka melihat wilayah yang ingin dijajahnya itu tidak memiliki rasa persatuan. Lalu mereka memanfaatkannya dengan mengadu domba kita dan mereka berhasil melakukannya, dan setelah itu mereka dengan gampangnya menguasai seluruh negeri ini. Mereka merampas seluruh kekayaan negeri kita dari segala aspek. Dari segi sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, sumber daya alam dan lain - lain. Namun kita selalu diam dan tidak berani melawan untuk meraih kebebasan karena diakibatkan kita mempunyai sikap persatuan, karena dengan bersatulah kita bisa berjuang untuk meraih kebebasan tersebut. Setelah menunggu hampir 350 tahun kita telah berhasil keluar dari belenggu penjajahan, karena pada saat itu kita berhasil mempersatukan bangsa ini. Diawali pada 20 Mei 1908 adalah awal dari kebangkitan negeri ini, 28 Oktober 1928 adalah kejadian dimana seluruh suku bangsa di negeri ini mempersatukan diri atas nama bangsa Indonesia dan diakhiri 17 Agustus 1945 yang merupakan hari yang sangat - sangat bersejarah bagi bangsa ini. Kita bisa lihat dengan bersatu itulah kita bisa lepas dari mereka. Kita harus bisa memanfaatkan bagaiman makna dari Bhineka Tunggal Ika ini.
Namun sekarang arti Bhineka Tunggal Ika ini mungkin sudah tidak ada artinya lagi bagi kita, karena kita sekarang kita cenderung tidak mempunyai rasa persatuan lagi. Kita sekarang saling menindas antara satu sama lain. Mungkin ini diakibatkan kondisi bangsa yang tidak menentu

Karena Beda Jadi Petaka